Pertama, terima kasih banyak kepada promotor SMTOWN Indonesia yang akhirnya mengumumkan daftar fanbase yang diajak kerjasama. Hal ini penting untuk menghindari penipuan, supaya teman-teman fans tahu fanbase apa saja yang menjual tiket asli.
Kedua, terima kasih banyak kepada segenap fans SMTOWN Indonesia yang telah tanggap dalam menghadapi isu ini. Blog saya, fallissaputri.com, bandwidth-nya sampai tersedot dan untuk sementara tidak dapat dibuka, tapi tidak apa-apa, karena ada hasilnya. Promotor akhirnya mengumumkan daftar fanbase yang diajak kerjasama.
Ketiga, banyak yang bertanya kepada saya, beli tiket lewat fanbase atau myticket? Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya:
- Kalau beli lewat myticket, kekurangannya adalah kemungkinan server down dan kemungkinan tidak dapat tiket (sebab tiket sudah diborong fanbase yang tidak diberi limit kuota oleh promotor). Belum lagi rebutan dengan pembeli lainnya. Tapi kelebihannya, pembeli akan tercatat langsung di dalam sistem dan proses administrasinya jelas, sehingga kalau ada apa-apa, pertanggungjawabannya jelas, oleh karena myticket itu adalah badan hukum resmi.
- Kalau beli lewat fanbase, kekurangannya adalah proses administrasi yang tidak jelas dan alur pertanggungjawaban yang juga masih kabur, sehingga kalau ada apa-apa, sulit untuk meminta keterangan (contoh: kalau konsernya batal, minta refund ke siapa?). Kelebihannya adalah oleh karena tiket fanbase dijual pada masa pre-sale, kalian bisa dapat kepastian tiket lebih dulu.
Himbauan ini saya berikan pada promotor, para fanbase yang menjual, dan fans yang akan membeli. Kalau beli lewat myticket, masing-masing pembeli akan mendapatkan tanda terimanya sendiri-sendiri, sehingga apabila terjadi sesuatu, dapat diurus sendiri-sendiri. Tentu semua sudah familiar kan dengan voucher penukaran dan lain-lain?
Kalau beli lewat fanbase, tetap akan mendapatkan tanda terima resmi dari promotor, tapi umumnya bentuknya kolektif seperti ini:

Apabila terjadi apa-apa, misalkan konsernya batal dan harus refund, berarti pengurusan refund-nya harus kolektif lewat fanbase tempat kalian membeli masing-masing, kecuali promotor sudah memiliki mekanisme khusus dengan myticket untuk meng-handle kemungkinan-kemungkinan seperti ini. Yang sudah-sudah, tanda terima itu yang pegang adalah fanbase. Pembeli hanya akan mendapatkan tiket. Kalau terjadi apa-apa, pembeli tidak punya dokumen untuk membuktikan pembelian tiket. Pembeli hanya punya tiket.
Pada akhirnya, pilihan teman-teman ingin membeli lewat fanbase atau myticket. Namun ada catatan khusus. Apabila beli lewat myticket, harus sabar menghadapi server yang lemot. Apabila beli lewat fanbase, mintakan tanda terima individual, satu tanda terima untuk satu identitas yang kalian daftarkan pada saat pre-sale. Ini penting, demi kepastian hukum. Ini hak kita semua.
Catatan pribadi saya, GBK itu kapasitasnya besar, muat hingga 50.000 orang. Saya rasa teman-teman tidak perlu khawatir, karena ada cukup banyak tiket untuk semuanya. Kalau teman-teman menemukan calo yang menjual di atas harga asli, laporkan ke promotor, karena black market itu salah dan merugikan banyak pihak, terutama pembeli tentunya.
Terakhir, sekali lagi saya ingin klarifikasi, bahwa saya berbagi semua ini karena saya fans dan saya sudah punya berbagai pengalaman terkait dengan hal-hal ini. Saya peduli dengan sesama fans dan berada di pihak fans. Saya tidak ingin apa yang terjadi pada saya, terjadi lagi di orang lain. Saya tahu ada yang berusaha menjatuhkan saya atas apa yang sudah saya publish kemarin, tapi saya tetap pada pendapat dan prinsip saya. Saya tidak mau fans, karena mentang-mentang fans, diperlakukan seenaknya. Saya yakin reputasi saya berbicara untuk diri saya sendiri. Saya berani bicara karena saya benar. Bagi yang diam, saya bertanya, kenapa anda diam?
Terima kasih.
Uti
http://twitter.com/utiuts
www.fallissaputri.com